Rindu ini Hujan
Karya: Sri W. R SitumorangMerangkak dalam riuh suara
Isak tangis menggema nyaris tak terdengar
Seolah roda berputar manarik alur
Apa? apa yang terjadi? Katakan!
Lemas seluruh tubuh
Bak langit mendung dengan gemuruh
Derai hujan mulai melewati batas
Gerimis sudah jadi hujan lebat
Memberikan terpaan angin yang tiada berhenti
Meluruhkan dan porandakan tepinya
Gemuruh semakin besar
Bagaimana petir yang tiba-tiba menyambar
Menjadikan semuanya terasa lebih berdetak kencang
Bangun! dengan lantang bergema
Tak ada terdengar, hanya diam jawabnya
Sela jari menghapus air yang menetes semakin deras mengalir di pipi
Bangun dari tidur mu sekali lagi digemakan
Tidak ada jawaban.
Lemas sekujur tubuh
hanya bongkahan tanah
Papan nama terlihat
sudah beristirahat dengan tenang
Katanya.
Ia tak berisik lagi
Ia terdiam untuk selamanya
Ia tak bisa ditemui lagi
Ia menetap dan tak kembali
Bayang semu memutari sanubari
Hampa rasanya
Tawa dan sedih berputar menyatu
Sekujur tubuh yang sudah tak berdaya
Hanya bayang-bayang yang akan menemani.
Kenangan hanya jadi ratapan
Sampai kapan teringat
Hanya menjadi pilu
Ikhlas katanya? Berat rasanya
Sampai saat habis masa.
Medan, 4 Oktober 2026