Gusti Ayu Putri Aprilia Antari - Cara Mati Paling Pelan (OSN 3.9)

📅 07 Oktober

 Cara Mati Paling Pelan

Karya: Gusti Ayu Putri Aprilia Antari



Di meja yang melepuh oleh waktu,
kususun cangkir kenangan yang retak.
Ada wajahmu di keruh sisa kopi,
mengendap jadi debu di pojok jendela.

Orang bilang: lupa adalah membuang.
Tapi bagaimana membuang bayangan,
jika kau adalah cahaya yang menyebabkannya?

Maka aku belajar melupakan secara arsitektural:
kuhapus pintu tempatmu biasa mengetuk,
kututup jendela tempat namamu menyelinap,
kubiarkan dada ini ditumbuhi lalang,
agar tak ada lagi jejak untuk kembali.

Melupakan bukan membakar berkas lama,
melainkan membiarkannya melapuk di ruang bawah tanah,
sampai ia menjadi tanah.

Aku tak membencimu, tak juga merindukanmu.
Sebab benci dan rindu sama saja:
keduanya membuatmu tetap hidup di dalam diriku.

Kini, kau hanyalah kata benda
sebuah nama tanpa rasa,
seperti kerikil di tepi jalan yang terinjak,
lalu ditinggalkan begitu saja.


Bali, 4 Oktober 2026