Senandika Seorang Tuan
Karya: Rustam, S.Pd1/
Serupa rembulan malam yang bercahaya
Berpendar menyuar pada lubuk dada
Wajah ayumu tak lekang oleh waktu
Tak lapuk dimakan usia yang memburu
Rambut panjangmu menjuntai indah
Terselip setangkai bunga mawar merah
Yang kuberikan padamu dikala senja merona
Bernaung di bawah pohon rindang berwarna jingga
Cincin permata indah melingkar
pada jari manismu—ialah bukti
ikatan cinta dari lubuk hati ini
yang merapalkan rindu setiap detik
2/
Masihkah kau genggam erat janji itu, Puan?
Ketika tercipta ruang rindu tanpa ragu
Kasih sayang pun tumbuh tak akan layu
Hingga badai tak jadi persoalan untuk ditakuti
Dan malam-malam panjang telah kita lalui
Hiruk pikuk kehidupan jadi santapan pagi
Kini, setelah dasawarsa bersama
Kan kujaga hingga menggapai surga
Bantaeng, 25 Oktober 2026