Rindu Adalah Jalan Buntu
Karya: Nur Sakinah Aurelia MaulidaMalam menjahit sunyi pada jendela,
Hujan melafalkan namamu berulang kali.
Di kursi kosong, dingin menjelma,
Menjadi peluk yang tak sampai lagi.
Kususuri lorong-lorong kenangan,
Tempat tawamu pernah menjadi cahaya.
Kini, yang tersisa hanya kehilangan,
Dan waktu yang bisu menutup pintunya.
Rindu adalah jalan buntu,
Tempat doa pulang tanpa jawaban.
Kuketuk langit dengan hati yang kelu,
Namun gema mengembalikan kesunyian.
Andai waktu sudi membuka rahasia,
Ingin kupinjam sedetik sebelum perpisahan.
Akan kugenggam erat jemarimu yang fana,
Sebelum jarak tumbuh menjadi keabadian.
Kini, namamu tinggal di dada,
Serupa senja yang enggan padam.
Aku tak lagi mencari jalan ke sana,
Hanya belajar merindukanmu dalam diam.
Batam, 25 Oktober 2026