Pemberangkatan
Karya: Muhammad Galih WijayaDi stasiun takdir
saya pesan tiket ke suatu
tempat
Menunggu di suatu peron
yang telah dijanjikan oleh
waktu
Sambil mencerna warna
kelabu
di sekitar yang membuat hati
sayu
Jam pemberangkatan telah
ditentukan
dengan presisi
Kalender telah menyingkap
lembarannya
Saya masih menunggu
di ujung masa
Kereta telah berjalan dari fajar
merekah
menjemput saya yang setia
Masinis bertanya:
“Telah berapa masa yang
ditelan senja?”
“Sesingkat-singkatnya,” jawab
saya pasrah
“Tujuan ke mana?”
“Keluar dari mimpi
yang menyebabkan saya
melupakan peran
sebagai utusan.”
Jombang, 25 Oktober 2026