Tunggu Aku di Surga
Karya: Muhamad Hasanudin BaehakiKekasih,
sejak kepergianmu,
puisiku tak lagi mampu bersabda tentang cinta.
Ribuan diksi mengasingkan diri dalam kubangan air mata.
Pun bahasa enggan berkisah dengan cara yang mesra.
Kekasih,
sejak kepergianmu,
musim-musim rindu begitu gemar menghampiriku.
Tak bosan ia menderaskan engkau ke sudut terpencil kepalaku,
menyuburkan lahan-lahan kenangan,
memekarkan penderitaan.
Kekasih,
sekian purnama telah kulewati.
Sunyi, sepi, dan perih semakin fasih menyiksa diri.
Namun, engkau tak kunjung kembali.
Kekasih,
jika Tuhan tak mengembalikanmu dalam sebentuk cinta,
maka tunggu aku di surga.
Tangerang, 18 Oktober 2026