"Kepada waktu kembalikan sebentar saja"
Karya: SUFI YANTI LUBISUntukmu yang kusebut sebagai teman, walau tak sedarah, namun kita pernah melangkah searah.
Di penghujung malam, hujan melantunkan nada,
Sementara aku tenggelam dalam kenangan yang lama.
Tentang dua insan yang dahulu berbagi cerita,
Tentang hari-hari sederhana yang kini tinggal kenangan semata.
Dahulu, kita duduk bersama tanpa banyak rencana,
Hingga kini jarak dan waktu membuat kita tak lagi bertemu.
Jika kelak waktu memberi kesempatan berjumpa,
Dan mungkin tatapan kita tak lagi senyaman masa lalu layaknya Sufi dan Ani, di saat pembicaraan pun sudah terlanjur canggung, tapi tak bisa kuhindari rindu dalam hati.
Janganlah sungkan walau hanya untuk sekadar menyapa kabar. Sebab, kita tetaplah dua teman yang pernah berbagi cerita di waktu yang sama.
Kepada waktu, bolehkah aku meminta?
Bawalah aku kembali, walau hanya sekejap mata.
Bukan untuk mengulang segalanya seperti sedia kala, hanya ingin merasakan kembali hangatnya kebersamaan.
Sebab, momen itulahir tanpa rencana,tanpa tahu akan menjadi kenangan berharga.
Walaupun mungkin hari yang sama kembali menyapa,
Tetapi rasa yang sama belum tentu ikut serta.
Barangkali, memang begitulah waktu bekerja,
Mempertemukan tanpa memberi tahu berapa lama. Lalu membiarkan langkah membawa ke arah berbeda,
Hingga yang tersisa hanyalah kenangan dan doa sederhana.
Jika suatu hari kita tak lagi punya banyak cerita,
Semoga tak ada rasa asing yang membuat kita lupa.
Bahwa sebelum menjadi dua orang yang jarang berjumpa,
Kita pernah menjadi teman yang saling mengisi hari-hari sederhana.
Mandailing Natal 17 Oktober 2026