Tak Tersisa Lagi
Karya: Windy Aulia SalyantiWaktu adalah detak paling berharga
Satu-satunya api yang tak pernah padam di dada
Dulu—
Hari-hari mengalir begitu manis di antara kita
Kita merajut tawa dari dongeng-dongeng sederhana
Berlomba jadi penawar bagi masing-masing luka
Saling melengkapi, tanpa ada yang merasa sepi
Kita rayakan hidup dalam segelas tawa yang sama
Membagi duka, memeluk suka
Menghabiskan musim demi musim yang terasa sempurna
Namun sekarang—
Seluruh kuil kenangan itu telah runtuh, rata dengan tanah
Tawa, dekap hangat, dan riuh kebersamaan kini punah
Yang tersisa hanyalah detik yang memaksa untuk lupa
Hari demi hari merayap sunyi
Waktu demi waktu menyisakan perih
Perjalanan demi perjalanan kian menjauh pergi
Hingga pada akhirnya—
Tak ada lagi kita, tak tersisa apa-apa di jemari
Maumere , 18 Oktober 2026