Runtuhnya Dinding Ingatan
Karya: LuthfiaMalam meretak petir menyambar dada langit,
menyingkap tirai hitam tempat duka lama bersembunyi.
Cukup sudah aku bersimpuh pada bayangan kelam,
mengapa namamu masih saja membelenggu jiwa,
sementara waktu terus berlari tanpa jeda?!
Dengarkan!
Di balik relung dada, ada gelombang yang tak lagi terbendung.
Aku lelah meratapi kepingan hati yang pecah,
muak menjadikan air mata sebagai sesajen kelam.
Jika kenangan ini adalah dinding penjara
maka detik ini juga... akan kuruntuhkan hingga rata!
Kucabut paksa duri-duri perih dari lubuk jiwa,
kulemparkan seluruh bayanganmu ke kawah yang paling dalam!
Tak ada lagi jeritan pasrah!
Tak ada lagi belas kasihan!
Biar badai menderu, biar bumi bergetar
aku tak akan pernah sudi bertekuk lutut lagi!
Kini, di atas abu masa lalu yang musnah,
aku berdiri tegak... menjeritkan kebebasan!
Aku bukan lagi tawanan dari rasa sakit,
aku adalah pemenang yang bangkit dari kegelapan.
Melupakanmu...
adalah kemenangan mutlakku!
Aceh, 2 Oktober 2026