Yang Tertinggal.
Karya: Annisa SofiawatiAku yang pernah memaksa waktu.
Bergulir bersama detak dan denting jam dinding.
Aku pernah menjadi yang paling riuh di antara kekosongan.
Hanya angin yang terus berbisik dingin.
Tujuh hari aku mencoba melupakan, namun seribu lima ratus detik berikutnya sosok dan tatapan teduh tanpa paksaan itu kembali hadir.
Senja datang membawa belas kasih sekaligus kekosongan.
Sembilan ratus jiwa hadir membawa segala keriuhan.
Namun selalu kalah oleh sedetik cahaya bintang, dari wajahmu yang tak pernah mau padam.
Kau pergi tanpa suara, meninggalkan jejak abadi.
Hari demi hari, tak pernah mampu kuhitung
Seberapa banyak kata “sebentar” yang telah kupercaya.
Anehnya aku selalu menoleh, berharap bayanganmu terbawa.
Dengan cinta yang tak pernah pandai untuk berkurang.
Karawang, 02 Oktober 2026