Terucap, tetapi tak terucap melalui mulut
Karya: Taufiqur Rahman ShalehSaat aku hening kamu bertanya, "kenapa?"
Saat aku gamang kamu bilang, "tidak apa apa"
Saat aku gundah kamu kemana?
Saat itu Kamu katakan padaku
"Bagilah aku separuh kesedihanmu"
Saat itu kamu katakan padaku
"Mari kita bahagia"
Kau tak mengucap perpisahan padaku
Kau hanya bilang "terucap, tetapi tak terucap melalui mulut"
Lantas, melalui apa kau mengucapkannya
Apakah hati?
Kamu tahu bagaimana kerinduanku ini?
Dia membuat hatiku pilu
Kamu tahu bagaimana keadaanku disini?
Aku adalah aku yang kamu impikan sedari lama
Sekarang, kamu berada dimana?
Aku ingin mendengarkan irama suaramu sekali lagi
Kamu menghadiahkan sebuah kenangan padaku
Setiap kali diingat ada rindu yang menyapa
Kenapa hanya rindu yang datang?
Kenapa kamu tidak datang bersamanya?
Terimakasih untukmu
Karena telah menyapu hal pahit di hidup ini
Agam, 02 Oktober 2026