Rindu Yang Ingin Pulang
Karya: Intan Ayu Nur ChoirunisaMas,
jarak Klaten–Bekasi seolah membentangkan langit
terlalu luas hanya untuk memisahkan dua hati yang ingin bertemu.
Rindu bahkan tak lagi mengetuk pintu hatiku—
ia berlari, mengetuk-ngetuk dada setiap kali namamu terlintas.
Malam pun seakan ikut berbisik,
“Kapan kalian bisa bersama tanpa harus menghitung jarak?”
Aku rindu Mas,
seolah seluruh waktu yang berlalu belum cukup
untuk menuntaskan satu kerinduan.
Aku rindu suara Mas,
rindu cerita-cerita kecil tentang hari Mas,
rindu melihat senyum yang selalu berhasil
membuat dunia terasa sedikit lebih tenang.
Namun, Mas…
ada rindu yang jauh lebih besar daripada sekadar rindu bertemu.
Aku merindukan rumah kita.
Rumah yang kelak menjadi saksi
dua manusia melepas lelah di bawah atap yang sama.
Tempat pagi menyambut kita dengan cahaya,
tempat malam memeluk kita dalam doa,
dan dinding-dindingnya menyimpan tawa
serta cerita kecil tentang kehidupan kita.
Semoga suatu hari nanti,
jarak yang selama ini menjadi penghalang
menyerah pada doa-doa kita.
Semoga Allah mempertemukan langkah kita
di satu pelaminan,
lalu membawa kita menuju satu rumah,
satu atap, satu kehidupan,
dan satu tujuan.
Aku ingin mencintai Mas bukan hanya dalam rindu,
tetapi dalam setiap pagi yang kita bagi,
dalam setiap lelah yang kita hadapi,
dalam setiap doa yang kita langitkan bersama.
Semoga pernikahan kita kelak menjadi rumah
yang bukan hanya berdinding dan beratap,
tetapi menjadi tempat hati kita pulang.
From missing you across the distance,
to loving you under the same roof.
Our Forever, Ever & Until Jannah
Klaten 01 Oktober 2026