Melupakan September
Karya: Rahmat Noor SaidDalam setiap pelarian
Asa yang tertumpuk
Kian merajai ingatan
Hatinya dikutuk
Dihantam kabar harian
Diri yang digelar buruk
September-ku yang ingin dilupa
Aku tak lagi jenaka
Aku hanya ingin bergegas pulang
Dalam riuh bimbang
Ia mengoyak hari pertama
Berteduh di bawah dalih
Enggan membuka mata
Untuk lalai yang fasih
Fana yang ia puja
Kini dibalas sedu
Basahnya mata
Badan yang biru
Gorontalo, 1 Oktober 2026