Menghapus Abjad Nama Kita
Karya: Defi qurratu ainiDi antara sisa jelaga yang mulai mendingin,
kuputus benang-benang yang menenun ingatan.
Satu per satu, kutinggalkan ruang yang bising,
tempat namamu dan namaku pernah dipadukan.
Kumulai dari huruf pertama yang penuh riuh,
tempat janji-janji pernah berdiri megah.
Kukikis perlahan hingga warnanya meluruh,
menjadi abu yang ditiup angin tanpa arah.
Lalu abjad-abjad tersisa yang merangkai kisah,
kukembalikan pada kesunyian yang mula.
Tak ada lagi tanda baca yang menahan risah,
tak ada lagi frasa yang memuat duka.
Kini, kertas itu kembali polos dan lapang.
Nama kita tak lagi mengeja kita,
hanya dua baris asing yang pelan memudar,
tenggelam bersama hari yang kehilangan kata.
Aceh, 30 September 2026