Asinglah dalam Simbahan Darah
Karya: AfridaSingkat waktu telah berlalu,
ternyata aku pernah telanjang tanpa sehelai ragu
dalam mencintaimu.
Kau adalah rumah tempatku pulang,
saat dunia terasa begitu garang.
Kukira bahagia yang kusebut kita
akan amerta sepanjang masa.
Nyatanya, akhir yang tak ingin kuukir
telah lebih dahulu kaupilih,
sejak sosok lain hadir
dan aku tak lagi menjadi yang kaukasih.
Tusukanmu begitu sadis,
bahkan setelah puluhan Kamis,
luka ini masih menyisakan amis.
Berdarah-darah kuhapus jejakmu,
meski serpihanmu masih berdiam di kalbu.
Bersama trauma yang perlahan menjelma,
kubiar kita menjadi kisah yang binasa.
Kini, kuanggap dukamu sebagai hadiah,
yang menempa rapuhku menjadi tabah.
Hilangmu tak lagi kutangisi,
ketulusanku tak pula kusesali.
Biarlah kau mencari jalanmu sendiri,
dan kubiarkan kenangan berhenti di sini.
Sebab cinta tak selamanya surga,
kadang menjelma neraka
ketika hati berlabuh di tempat yang salah.
Aceh, 23 Oktober 2026