Buku yang Kehilangan Lembarannya
Karya: Naura Titian RamadhanSudah, sudah banyak lembaran nan terkoyak.
Beratus, berjuta halaman usang yang dicoret-moret.
Jemariku masih gemar menyentuh helaian demi helaian buku itu— jikalau menyentuhnya, kurasa atmaku kembali mengingat serpihan kenangan sewindu yang bertebaran di kalender.
Mataku pun masih terpaku, membaca sisa-sisa kalimat yang belum sepenuhnya pudar.
Namun, apa gunanya?
Buku itu tak sepenuhnya utuh.
Beberapa halaman hilang tiada jejak, membawa separuh kisah yang paling ingin kubaca kembali.
Kini, yang tersisa hanya sampul, sehelai lembar, dan kerinduan yang tak pernah benar-benar selesai kubaca lagi.
Maka, biarlah rindu itu dimakamkan pada tanah yang tak bernisan, tak ada peziarah, serta tak ada jenazah.
Sumatera Barat, 25 Oktober 2026