Menempa Cahaya di Balik Cedera
Karya: Fani Fatun SholikahMenempa Cahaya di Balik Cedera
Dahulu kukira runtuhku adalah akhir segala cerita,
saat jemarimu menabur duri dan memahat lara.
Aku terpuruk dalam sunyi yang teramat gulita,
menangisi sisa rasa yang berujung sia-sia.
Kini kupeluk bilur itu sebagai peta ingatan,
kuhapus jejakmu lalu kupilih jalan melupakan.
Bukan lari dari perih yang sempat kautancapkan,
tapi membasuh jiwa dari sisa-sisa penyesalan.
Tataplah cara semesta menuntun langkahku maju,
kubersemi kembali di atas lembaran yang baru.
Kutinggalkan puing masa lalu yang telah berdebu,
menata masa depan tanpa bayang-bayang semu.
Kau mungkin mengira aku akan padam selamanya,
Namun luka ini justru menempa kilau mahkota.
Kini aku bangkit dan bersinar jauh lebih perkasa,
membuktikan bahwa sinarku tidak mampu kauraba.
Bojonegoro, 25 Oktober 2026