Isakan Dalam Diam
Karya: Zakiah WahyuniSerpihan kaca berserak di lantai,
Kaki melangkah, ujungnya tersayat
Darah menetes dalam diam;
Bagaikan hati remuk berkeping
Nihil, tak satupun menoleh
Langkahnya berlari mencari pintu
Namun, dinding menutup semua arah
Ia terkurung dalam ruang;
Yang bergema bisikan;
“kamu lemah”
Tangannya gemetar
Ingin meraih cahaya, D
Tapi, yang datang hanya bayang,
Yang menertawakan luka
Malam menelannya bulat-bulat
Tanpa dekapan,
Tanpa sandaran,
Hanya dingin menyelimuti,
Dan luka yang enggan pulih
Jiwanya berteriak bisu,
Suara patah di kerongkongan
Kini, tersisa isyarat luka;
Serpih kaca;
Sayatan tajam;
Dan ia—
Terpenjara dalam tangisan
Dolok Masihul, 13 September 2026