Air Mata Sulung
Karya: Ira FatmawatiHujan kala malam telah membersamai anak
Ia pulang dengan sebuah tas ringan
Entah mengapa rasanya bagai memikul sawit
Berat, penat, tak bertenaga agaknya
Jalanan yang dingin sedingin sulung
Dilintasi mandiri penuh arti penuh ambisi
Pura-pura kuat padahal badannya gemetar
Alhasil jatuh juga tetes air dari pipi yang tertahan
Gelap dan air hujan itu memancing kelemahan
Tangis pun pecah berperang dengan derasnya hujan
Semesta sesekali bergemuruh namun teriaknya,
"Aku lelah, biarkan aku menangis"
Tangguhnya hanya topeng mandirinya hanya harus
Tak menyalahi takdir cuma ada saatnya jujur pada diri
Menangis artinya bukan lemah itu katarsis
Tangis adalah kata benda atau cara memeluk diri
Sebab penuh tekanan butuh ruang validasi
Tenang,
Setelah tangis tuntas, kaki kembali berdiri tegak
Dan sulung kan merajut hari tanpa benang kesempurnaan melainkan keberanian untuk terus tumbuh
Sidoarjo, 13 September 2026