TANGIS
Karya: MUHAMMAD ARIA ZAFAR SIDIQ-TANGIS
Aku pernah melihat langit
menyimpan hujan di balik birunya,
seolah tangis adalah aib
yang harus disembunyikan dari dunia.
Begitu pula manusia—
belajar tersenyum ketika retak,
berkata “aku baik-baik saja”
saat hatinya diam-diam karam.
Barangkali air mata
bukan tanda bahwa kita kalah.
Ia hanyalah bahasa
yang tak sanggup diterjemahkan oleh kata.
Maka jika malam ini
ada setetes jatuh dari matamu,
jangan buru-buru menghapusnya.
Biarkan ia menjadi saksi
bahwa pernah ada hati
yang berjuang begitu keras untuk bertahan,
meski tak seorang pun tahu
betapa nyaris ia menyerah.
sukabumi, 13 September 2026