Sandiwara Tanpa Penonton
Karya: Umi SalabiahDi pasar raya kehidupan, semua punya label harga. Cinta butuh pengorbanan, sukses butuh keringat, dan damai seringkali harus ditebus dengan keheningan panjang. Namun ada satu barang yang luput dari kasir, tersembunyi di saku celana yang bolong.
Kita tidak perlu menggadaikan prinsip untuk mendapatkannya, atau menjual harga diri demi secercah lega. Ia tersedia gratis di tengah kemacetan ego, sebuah diskon besar-besaran dari alam semesta
untuk mereka yang berani melihat keabsurdan dunia lalu memilih untuk tidak marah.
Keseriusan adalah pajak tertinggi yang dipungut oleh dunia, dan tawa adalah jalan tikus menuju kebebasan yang tak pernah diaudit oleh nasib.
Dan di ujung hari, ketika tagihan waktu datang menagih, kita hanya perlu membayar dengan satu hal yang tak pernah bisa disita: suara kecil yang berkata, "ini semua hanya sandiwara."
Kuala Tungkal, 15 September 2026