Di Balik Cakrawala
Karya: Karina AgustinaTemaram menyimpan banyak hal
yang enggan dibawa menuju semburat.
Di balik jendela,
langit menggantungkan mendung
tanpa pernah menjadi rinai.
Barangkali langit pun mengerti
cara menyembunyikan mendungnya.
Ia tetap membentangkan biru,
meski kelabu diam-diam
mengendap di balik cakrawala.
Sementara sanubari ini
menjadi senyap di antara riuh,
menyimpan sesuatu
yang tak menemukan aksara.
Di ambang petang,
aku belajar dari helai-helai hijau
yang jatuh tanpa bertanya
kepada angin
tentang arah pulangnya.
Senja perlahan meluruh,
meninggalkan semburat asing
di batas hari.
Aku berdiri di antara cahaya
dan bayang-bayang masa lalu,
mencari alasan mengapa
seuntai aksara masih mampu
menggema dalam kesunyian.
Sebab barangkali,
ada perasaan yang enggan menemukan aksara
sebab ia tahu
sekali menjelma suara,
ia tak lagi bisa bersembunyi.
Maka biarlah ia menetap,
sebagai sunyi
yang mengakar di dasar sanubari,
menyimpan tangis
yang tak sempat menjadi rinai,
lalu luruh
menjadi pilu
yang tak pernah sampai
kepada jendela jiwa.
Garut, 4 September 2026