Ruang Bahagia Yang Masih Ada
Karya: Raisya Dwi JuliantiDi antara riuh suara insan,
tawa rasanya seperti duka
yang menyelinap dari celah-celah luka dan lara
Ia tak selalu lahir dari bahagia
Ia adalah cara hati
untuk mengatakan bahwa aku masih di sini
Maka biarlah tawaku mengudara
menggema di langit yang sunyi
Barangkali,
tawa adalah cara paling sederhana
untuk menunjukkan
bahwa aku masih mempunyai ruang untuk bahagia
Sebab tawa tak selalu lahir
dari rasa bahagia yang utuh
Adakalanya ia tumbuh
dari luka yang pernah singgah
Dari masa lalu yang belum sepenuhnya hilang,
namun perlahan belajar
bahwa tawa adalah bentuk bahagia paling sederhana
yang dapat tumbuh dari luka yang pernah ada
Grobogan, 14 september 2026