Depan Cermin Utuh
Karya: Sri WahyuniKutatap sepasang mata sayu.
"Apa kamu lelah? Ingin menyerah?" tanyaku lembut.
Ia terdiam membisu,
Mata cokelatnya terjerat muara bulir yang menetes lebat,
Sesak dan sendu.
Masih kutatap mata itu.
Kali ini aku berpaling, tersenyum menyapa dunia.
Kutinggalkan bayangan itu sendiri dalam Isak tangis.
Betapa tega aku menelantarkan hati dalam sunyi?
Dia utuh, tetapi hatinya menjerit pilu.
Dia utuh, namun jiwanya dalam bayang kelam.
Dia adalah aku...
Yang selalu memakai topeng seribu macam,
Cermin utuh saksi bisu sayatan laraku.
Sejiram, 2 September 2026