Menutur Luka
Karya: Sri Rejeki, S.Pd.Satu-satu warna kuning alamanda menyeruak
mengibas kabut putih
berusaha memudarkan
alam yang berpayung suram
Pendar mentari luruh
hanya karena
mata yang berkaca
sulit membaca semesta
Kaki mencengkeram tanah
raga gemetar
getaran jiwa berlomba
melaju mendobrak duka
Kalbu mengusir halusinasi
tak ada wadah untuk menampung air mata
tak ada muara yang menghimpun kesah
tak ada tali yang mengikat gelisah
Simponi nada mengganggu nurani
membalut tangis dalam gundah
langkah terseok
terperosok dalam lengah
Isak yang tertinggal
tertimpa riuh untaian zikir
merangkai harap dalam munajat
memeluk takdir Sang Pencipta
Cilacap, 15 September 2026