Langit di Tanah Sendiri
Karya: Bella Aulia RohimKulihat Ibu Pertiwi tengah bersedih,
mengasihi yang lupa pada pertiwi.
Kulihat matahari menyapa bunga,
menari riang dalam pelukan alam.
Namun, kemana riang yang pernah ia bawa?
Ke mana kasih yang pernah ia punya?
Satu demi satu pergi ke sebrang,
mengejar langit yang lebih elok.
Barangkali mereka lelah menanti,
hingga lupa jalan pulang.
Langit kehilangan warna,
asap menjadikan napas sesak.
Hijau perlahan kehilangan warna,
paru-paru dunia luput dari penjagaan.
Ada tangan yang memilih berusaha,
ada yang diam tanpa tindakan.
Ibu Pertiwi terdiam dalam nestapa,
menyimpan luka dalam sunyi lama.
Diperjuangkan oleh tangan,
Tak takut kehilangan meski merdeka sebatas harapan.
Jika kecewa pada negeri ini,
jangan kecewa pada Ibu Pertiwi.
Jadikan kecewa sebgai suara,
tinggal dan perbaiki langit sendiri.
Klaten, 15 September 2026