Renata Amadea Sefanti - Rindu dalam Diam (OSN 3.8)

📅 02 September

 Rindu dalam Diam

Karya: Renata Amadea Sefanti


Kutatap sudut sepi tanpa selembar potret kita,
meninggalkan ruang hampa yang teramat disayang,
sebab takdir memudarkan seluruh kesempatan.

Anting di telinga ini masih melingkar dengan andan,
menjadi saksi bisu kasih tua yang benderang,
sebuah anugerah indah yang hanya untukku seorang.

Di antara riuh sepupu dan ramainya keluarga,
hanya jemari kecilku yang didekap penuh manja,
oleh ketulusan abadi yang kini telah tiada.

Lalu ingatan membawa kembali aroma jajanan lalu,
terbungkus senyuman dari tangan pelindung,
datang membawa renyah tawa pengusir lang.

Dua sosok berhati emas yang tak pernah berhitung,
begitu royal mengalirkan samudera kasih sayang,
membuatku merasa paling berharga di antara sesamang.

Namun takdir berjalan terlalu cepat dan tergesa,
kalian telah berpulang sebelum aku dewasa,
meninggalkan jiwa yang belum paham kerasnya dunia.

Sebelum lidah ini mengerti cara yang paling tepat,
untuk mengucap untaian terima kasih yang sangat,
kalian sudah terlanjur melangkah dengan cepat.

Kini setiap kali bayang kalian mengetuk ingatan,
ada sesak yang mendesak di balik sunyinya malam,
meratapi waktu yang merenggut kalian dalam diam.

Aku mengunci duka ini dalam bungkam yang panjang,
membiarkan air mata jatuh tanpa suara di balik sepi,
sebab kehilangan kalian adalah luka yang tak terperi.

Namun lewat embusan angin malam yang syahdu,
kutitipkan sebaris doa agar menembus langit,
berharap pesan rindu ini mengikis segala sakit.

Semoga kedamaian hakiki memeluk kalian di sana,
bersemayam tenang di taman surga yang indah,
mengetahui bahwa di sini aku tumbuh penuh berkah.

Meski kita tak memiliki kenangan visual yang nyata,
wajah dan seluruh kebaikan kalian telah terpattri mati,
mekar di lubuk jiwa, takkan pernah luntur oleh masa.




Kediri, 31 Agustus 2026