Ketika Air Mata Berbicara
Karya: FitriyaniMalam memeluk sunyi, air mata jatuh tanpa henti.
Ada luka yang memilih diam, ada rindu yang enggan terbilang, dan ada hati yang lelah berjuang.
Tangis, bukan lah sekadar butiran air yang mengalir, dari sudut mata yang basah.
Ia adalah bahasa, ketika hati kehilangan kata-kata, ketika senyum tidak lagi mampu membendung kecewa.
Biarlah malam menjadi menjadi saksi, membawa pergi segala resah dan gundah segala rasa.
Yakinlah...
Sebab, setelah tangis menemukan ujungnya, hati perlahan belajar menerima.
Sembab nya besok, mungkin masih terasa,
tapi langkah kecil harus kembali tegap semula. Sebab, tidak selamanya hujan turun lebat,
dan tidak selamanya tangis menjadi akhir yang berat.
Dari air mata yang jatuh, lahir lah kekuatan untuk kembali tersenyum dan bahagia.
Banjarmasin, 15 Agustus 2026