RUMAH
Karya: Reihan HermansyahRUMAH
Aku menghabiskan seluruh hidupku mencari tempat untuk pulang.
Berpindah dari satu tempat ke tempat lain,
bertemu banyak orang,
membenci dunia yang terasa asing dan tak pernah memberiku ruang untuk benar-benar merasa aman.
Aku kira rumah itu bangunan.
Dinding yang kokoh, atap yang meneduh, dan alamat yang tertulis di KTP.
Ternyata aku salah.
Rumah itu selama ini berdiri di sampingku.
Dia yang menenangkanku saat aku menangis tengah malam.
Dia yang menahan badai hidup dengan tenaganya,
padahal dia sendiri sering lelah dan hampir menyerah.
Dia yang bekerja tanpa pamrih,
yang rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan mimpinya,
demi memastikan aku bisa bermimpi lebih tinggi.
Dia tidak pernah menuntut.
Dia hanya ada. Menjaga. Melindungi.
Menjadi tempat paling aman untuk aku pulang,
tempat di mana aku boleh lemah, boleh gagal,
dan tetap diterima apa adanya.
Dan yang paling menyakitkan adalah...
Aku baru benar-benar mengerti arti sebuah 'rumah'
tepat saat pintunya tertutup selamanya.
Saat dia pergi, saat dia rubuh demi melindungiku,
baru aku sadar bahwa selama ini aku sudah memiliki segalanya.
Rumah bukanlah tempat.
Rumah adalah orang yang membuat kita merasa tidak sendirian di dunia ini.
Jakarta Barat, 1 September 2026