LOLONGANKU UNTUK BULAN
Karya: Viona indria monikka"Lolonganku untuk Bulan"
Dulu aku percaya bulan milik semua.
Bodohnya aku, seekor kucing liar.
Kupanjat atap, kucakar tembok,
berharap didengar sekali saja.
Ternyata bulan punya rumah.
Kini ia dicium keningnya tiap malam,
tidur di pelukan yang hangat.
Sedangkan aku?
Diusir dengan sapu saat mendekat.
Aku marah.
Lolonganku pecah jadi geraman.
Bukan karena iri, tapi karena lelah.
Lelah jadi yang selalu menunggu di luar.
Air mataku jatuh bersama hujan.
Sakitnya bukan kehilangan.
Tapi karena disuruh kuat,
padahal bahkan tempat berteduh pun tidak punya.
Wahai bulan, aku benci.
Tapi tetap kutatap kau,
dari kejauhan yang dingin.
Kota Bengkulu,01 September 2026