Jalang Seribu Wajah
Karya: Ninda Nur AmaliaSeorang binatang jalang duduk di trotoar.
Memungut wajah dari selokan, lalu menjahitnya dengan benang tegar.
Nanah menetes di sela topeng yang retak.
Tawanya pecah dengan mulut sobek yang jahitannya masih basah.
Dengan wajah curian ia belajar berjalan anggun dengan kakinya yang patah.
Heels merah menginjak genangan resah
yang memaksanya melihat Medusa menyisir rambut duka.
Cermin itu meludah—
"Aish, poles gincu Nona, biar boroknya kian jelita."
Sebab dunia masa bodoh dengan pilu di balik gaun hitam.
Sidoarjo