Suaramu, Rumahku
Karya: YOHANA SANTIANI SATRIAda insan yang bangun lebih cepat
sebelum fajar datang
sebelum ayam berkokok
sebelum sang baskara memancarkan cahayanya.
Tidak ada keluh yang terdengar
hanya jejak asa yang terus terucap.
Tidak ada bulir-bulir air mata yang mengalir
hanya tawa yang terus terlihat.
Bagaimana bisa Tuhan menciptakan sosok seperti engkau, ibu
Suaramu yang lembut menjadi pengingat
bagi semua anakmu untuk pulang.
Tawamu yang merdu
membawakan rasa hangat untuk kembali ke rumah.
Bersamamu begitu banyak tawa yang terdengar.
Begitu banyak kasih yang terasa.
Ruteng, 5 September 2026