Berlari Tanpa Alas Kaki
Karya: MEILANI MUSNIK PRATIWILagi-lagi dia terhenti
Tuk menengadah ke arah mimpi.
Akankah ia berhasil
Atau mungkin usahanya tak punya hasil?
Tubuhnya jatuh ke laut.
Dia terus dipaksa berlutut,
Dipuja sebagai "penurut",
Padahal hatinya terus menuntut,
Apakah ia harus jadi "penganut"?
Ia hampir tenggelam.
Beberapa orang berdeham,
Menatapnya dengan heran,
Mengapa seorang perempuan
Tanpa gelar dan jabatan
Berusaha menyaingi bunga tidur bangsawan?
Kulitnya t'lah membiru.
Napasnya terus memburu.
Dia tak puas mencari ilmu,
Seolah karir t'lah menunggu.
Sekitarnya ambigu
Melihat si sudra membuka lembar baru.
Iri hati pun bertumpu
Pada dendam yang membelenggu.
Kakinya pun patah.
Tapi tak seorangpun ingin memapah.
Ia berdiri tegar berlumur darah.
Dia kembali menengadah
Menatap mimpi yang hampir patah.
"Hah... dasar payah"
Gumamnya penuh serah,
Sebelum berlari tanpa arah.
Bandung, 19 April 2026