Setelah Kau Pergi
Karya: Ilham Noor RasyidCangkir di meja masih dua,
meski pagi hanya menyisakan satu.
Kursi yang biasa kau tarik
tetap menghadap jendela,
seolah menunggumu pulang.
Kemarin, kau meninggalkan tawa
di sela percakapan yang sederhana.
Hari ini, jam dinding berjalan,
tetapi rumah terasa tertinggal.
Aku masih hafal caramu memanggil namaku,
namun lupa sejak kapan
suara itu berubah menjadi kenangan.
Malam datang tanpa mengetuk.
Hujan menulis garis-garis panjang
di kaca yang dingin.
Aku tidak lagi menunggumu,
hanya belum terbiasa
dengan sunyi yang kau tinggalkan.
Barangkali kehilangan bukan tentang pergi,
melainkan tentang tetap hidup
di tempat yang masih penuh
oleh seseorang yang sudah tidak ada.
Yogyakarta, 7 September 2026