Hasyir Ahmad - Yang Larut Sebelum Jatuh (OSN 3.8)

📅 16 September

 Yang Larut Sebelum Jatuh

Karya: Hasyir Ahmad


Di balik kelopak yang enggan terbuka,
tersimpan riwayat yang tak pernah selesai dibaca;
sepotong nama, sebaris pamit,
dan sesuatu yang memilih tumbuh sebagai sesak.

Tangis tidak selalu lahir dari nestapa.
Kadang ia cuma bahasa paling jujur
ketika mulut terlalu pandai menyembunyikan retak,
sementara dada telah lama kehilangan ruang untuk berpura-pura.

Maka biarkan ia mengalir—
seperti aksara yang kehilangan kertas,
menuruni pipi, mencari muasalnya sendiri,
sebelum jatuh menjadi sesuatu yang tak bernama.

Barangkali yang basah bukanlah wajah,
melainkan kenangan yang terlalu lama dikeringkan.
Barangkali setiap tetes membawa sebilah waktu
yang tak sanggup kita pulangkan kepada hari-hari.

Aku pernah mengira menangis adalah kalah,
hingga kutahu: bahkan batu menyimpan air
di rongga yang tak terlihat mata.
Dan manusia pun demikian—
menyimpan banjirnya di balik wajah yang tampak baik-baik saja.

Jika kelak tangis ini reda,
jangan buru-buru menyebutnya sembuh.
Sebab beberapa perasaan tidak pergi;
ia hanya menjelma lebih lirih,
menjadi doa yang tak lagi meminta untuk didengar—
hanya ingin Tuhan tahu,
pernah ada hati yang bertahan
meski berkali-kali hampir karam oleh dirinya sendiri.


Jambi, 15 September 2026