Singgah yang paling sunyi
Karya: Dicky Firman SyahAku adalah rumah yang hanya kau datangi saat malam terlalu dingin, tempat mu berteduh sementara, sebelum kau kembali pada dia yang kau sebut rumah Sebenarnya.
Tangis ini menetes tanpa jeda, menyayat hati yang terus berpura-pura lupa bahwa di matamu, aku tak pernah jadi pilihan utama.
Hanya singgah, saat hatimu terluka.
Kusimpan pilu ini dalam diam yang pekat, merajut sepi yang kian membelenggu, sebab sesakit apapun aku mendekat, namaku hanya ada di urutan kedua dalam daftar mu.
Biarlah air mata ini menjadi saksi yang jujur,
betapa perihnya mencintai tanpa pernah dimenangkan.
Sebab di balik senyum yang kupaksa jujur, ada aku yang pelan-pelan hancur menjadi cadangan dari bayangan yang tak bisa kau miliki.
Subang , 9 September 2026