Tangis yang Tidak Akan Dirayakan
Karya: Azzahra SepditiaDermaga luas nan kokoh
Enggan membiarkan kapal itu bersandar.
Manik mata indah itu kian tenggelam dalam linangan air mata yang terus bercucuran.
Bahkan setumpuk lembaran putih tidak sanggup menahan lelehannya.
Jari jemari lentik menghapus pelan
menyingkirkan hiruk-pikuk dalam kepala.
Suara ombak yang menghantam karang
tak mengubah hatinya yang pilu.
Janjimu, salahmu, lelahmu—
Mana yang tak kubayar dengan sabar?
Bahkan jangkar terkuat perlahan habis dimakan karat.
Sejauh apa dirimu untuk kuraih?
Sedalam apa dirimu untuk kuarungi?
Tidakkah kau mengerti
Aku hanya perempuan yang menampung dahaga di dadanya
dan betapa perih saat tahu cinta ditimbang sebagai transaksi.
Kubungkam narasi buruk tentangmu
membayangkan jari mungil ini menyentuh wajahmu sembari tersenyum.
Saat aku memilih kalah
apakah kau perlahan melangkah tanpa memberi perayaan?
Setidaknya, beri aku perayaan mati rasa yang kauciptakan.
Batam, 10 September 2026