Tawa — Doa Tanpa Kata
Karya: DESI KURNIATawa itu bukan sekadar bunyi bibir yang terlepas,
bukan sekadar gelak yang lalu hilang terbawa angin.
Ia adalah doa tanpa kata yang terucap dari sanubari,
nada ilahi yang menenangkan jiwa yang sedang terpuruk.
Tawa anak adalah fajar yang membelah kelam,
menabur harapan di setiap sudut dunia yang rapuh.
Tawa sahabat adalah genggaman saat tangan gemetar,
obat bagi luka yang tak pernah terlihat mata.
Tawa ibu adalah pelukan yang tak pernah lepas,
seperti rumah yang pintunya tak pernah tertutup.
Tawa itu jembatan di atas perbedaan yang dalam,
menyatukan hati yang jauh, menghapus dinding yang teguh.
Ia kekuatan lembut namun menggetarkan semesta,
lebih hangat dari mentari, lebih abadi dari bintang.
Biarkan tawamu mengalir seperti sungai tak bertepi,
membawa kasih ke tempat sepi yang tak terjamah.
Karena satu tawa tulus mampu menyembuhkan dunia,
menjadikan hidup penuh makna, harapan, dan cinta.
Bangka Belitung,02 September 2026