Orkestra Kecil Bernama Tawa
Karya: Damar Dicky PrayogaMalam menutup tirainya perlahan;
sunyi mengambil kursi di barisan paling depan.
Lalu tawamu—denting yang tak direncanakan—
pecah, dan seluruh kelam kehilangan ketukan.
Biola menggesek sisa-sisa resah,
piano menabuh jantung yang nyaris bisu;
sementara tawamu menyelusup di antara jeda,
menyusun kembali nada yang tercerai dari kalbu.
Aneh, sebuah tawa dapat sedemikian berkuasa:
mengubah dukacita menjadi senandung sederhana,
membuat luka lupa pada namanya,
membuat sunyi ingin tinggal lebih lama.
Dan ketika tirai jatuh ke lantai pertunjukan,
tak ada tepuk tangan, tak ada gemuruh kemenangan.
Hanya satu melodi yang menetap dalam ingatan:
tawa kecilmu—orkestra yang membuat dunia
sekali lagi percaya pada kehidupan.
Jakarta, 14 september 2026