Perjuangan Yang Terbayarkan
Karya: Azzahra Rahnafad BudimanDinding kamar kost menjadi saksi bisu, menghitung lembar-lembar yang tak juga selesai.
Sementara jarum jam berdetak terlalu tergesa-gesa, menyesakkan asa di dada yang kian merenggut.
Pada malam itu, air mata jatuh tanpa bunyi, tak hanya membasahi, melainkan sesak yang meluap.
Aku nyaris menghapus semua cita-citaku, karena merasa pintu kehidupan sudah terkunci rapat di depan mata.
Namun ketika jari-jari yang hampir putus asa menggenggam, Tuhan mengirimkan uluran tangan: menghapus tangis, menuntun langkah yang retak, dan mengubah pahit menjadi secercah harapan.
Kini, tangis itu tak lagi terasa membekukan, ia bertransformasi menjadi sujud terdalam.
Bahwa di balik kilau yang nyaris dingin, ada doa yang akhirnya dijawab dengan tenang.
Palopo, 1 September 2026