Elegi Yang Tak Sampai Muara
Karya: Aurelia NavratilopaAku mengangkat tangan, mencoba bersuara
Langkahku berlari mengejar garis tujuan
Aku merajut rencana, kutakar segala kemungkinan yang ada
Namun semuanya tak pernah benar-benar terwujud
Ayah, Ibu, dengarlah suaraku
Aku tidak menuntut, hanya mengutarakan ingin sesederhana mungkin
Jangan genggam terlalu erat harapanmu padaku
Kelak ia akan pergi sebab tercekik
Aku mengayuh di tengah hujan tanpa henti
Telapak tanganku dingin, kakiku berdarah-darah
Mengapa rasanya tak sampai jua?
Hingga di titik akhir, aku memilih berhenti mengayuh
Dengan lara,
kusampaikan semua inginku
Namun hanya di hadapan Tuhan seorang
Sebab segala kegundahanku hanya mampu sirna oleh-Nya
Ayah, Ibu
mengapa tidak kalian iringi jalanku dengan doa?
Susunan rencana terbentang rapi di hadapanku
Namun, batinku merintih kepayahan di dalam relung yang tak pernah kupilih
Aku tertatih dalam tangis di jalan pulang, Ayah, Ibu
Bangka, 29 Agustus 2026