NAURA YULIA HARAHAP - Topeng Kelam di Ujung Malam (OSN 3.8)

📅 31 Agustus

 Topeng Kelam di Ujung Malam

Karya: NAURA YULIA HARAHAP


Di balik lengkung bibir yang merekah,
tersimpan luka yang diam-diam berteriak.
Orang-orang melihat tawa dan cahaya,
tak pernah tahu gelap yang tinggal di dalam jiwa.

Air mata jatuh tanpa suara,
ditelan sunyi di malam yang fana.
Senyum ini bukan tanda bahagia,
hanya topeng untuk menyembunyikan lara.

Kuukir senyuman di wajah yang lelah,
menyembunyikan resah di balik tawa yang indah.
Lelah perjuangan katanya hanya sementara,
namun kemenangan tak kunjung menyapa.
Tangis yang kutahan selama ini,
ternyata masih tinggal di dasar hati.

Dunia menuntutku untuk selalu tampak kuat,
seolah air mata adalah tanda bahwa aku kalah.
Maka, senyum ini kujadikan perisai baja,
menjaga hati yang perlahan kehilangan cahaya.

Kupejamkan mata, berpura-pura tak terjadi apa-apa.
Satu tetes air mata jatuh ke atas pangkuan,
disusul isak yang tak lagi mampu kutahan.
Tangis yang seharian kupenjarakan dalam diam
kini pecah, memenuhi ruang yang tenggelam dalam kelam.

Malam menjadi saksi atas
segala kehancuran,
tempat aku berhenti berpura-pura kuat.
Dalam gelap, kutemui diriku yang sebenarnya
rapuh, lelah, dan penuh luka.

Namun, aku sadar,
tak selamanya senyum harus menjadi topeng.
Suatu hari, akan kupungut kembali serpihan harapan,
dan belajar tersenyum tanpa menyembunyikan kesedihan.
Sebab di balik senyuman yang pernah kelam,
masih ada hati yang ingin bertahan.


Duri,29 Agustus 2026