Tangis yang Bernama Sesal
Karya: Nova AsariTangis yang Bernama Sesal
Jika saja waktu itu aku sabar dalam menunggu, mungkin tak akan kutemukan rasa sesal yang begitu dalam.
Jika saja kau memberiku kepastian, mungkin aku tak akan memilih mundur hanya karena pertanyaan yang bergentayangan di pikiran.
Pada akhirnya, meskipun aku bertahan lebih lama dalam kesendirianku, aku tak akan tahu kau tetap memilihku atau membuangku karena ada yang lebih sempurna dariku.
Kenyataannya, aku hanya bisa menangis dalam sesalku, sibuk bertanya, “Kenapa aku tidak menunggumu lebih lama?” meski aku tak tahu akan bahagia atau kecewa di akhir penantianku.
Sampai saat ini, kau masih menjadi sesal yang paling aku tangisi karena keraguanku waktu itu.
Meskipun kau masih sendiri, aku pun sudah tak bisa lagi bersamamu. Dalam kehidupan yang berbeda, aku hanya bisa diam-diam tetap mencintaimu, meski jalan kita tak lagi mungkin bersama.
Kalimantan Tengah, 29 Agustus 2026