Rencana yang Redup di Ujung Meja
Karya: ANINDYA LUVENA KALILAKertas bergaris di atas meja memudar perlahan,
tertutup bayang-bayang gelas kopi yang tinggal ampas.
Di luar, kendaraan melintas tanpa sempat menengok,
membawa pergi bising yang tak lagi berarti.Ada kelelahan yang tidak sanggup dieja oleh lidah,
menumpuk di lipatan kemeja yang belum sempat disetrika.
Lalu air mata itu jatuh tanpa ketukan awal,
menetes tepat di sela jemari yang menahan dagu.Ia bukan tanda dari kekalahan yang mutlak,
melainkan jeda bagi dada yang terlampau lama menahan beban.
Saat lampu jalan mulai menyala satu per satu,
kesedihan itu melunak menjadi keheningan yang jujur.
Melapangkan ruang bagi napas yang baru,
sebelum esok menagih janji yang sempat tertunda.
Magetan,14 september 2026