Senandika Sunyi
Karya: Anggita Kirana PutriDi balik senyum yang tampak sederhana,
tersimpan cerita tak selalu terbaca.
Ada air mata yang jatuh tanpa suara,
ada luka yang kupeluk dalam diam.
Malam menjadi tempat segala resah bercerita,
ketika dunia terasa terlalu ramai.
Perlahan air mataku berlinang
membawa pergi sedikit beban yang tertahan.
Namun,tangis bukan tanda bahwa aku kalah.
Iya adalah cara hati meminta jeda,
mengajarkan bahwa manusia boleh lelah,
boleh rapuh,dan boleh berhenti sejenak.
Esok,ketika matahari kembali menyapa,
aku akan bangkit dengan langkah berbeda.
Sebab akan tangis yang pernah ada.
Aku akan belajar menjadi lebih kuat,
lebih sabar,dan lebih menghargai bahagia
Pati,12 September 2026