Gema yang berlabuh
Karya: Aida evangelica girlcecilia tariganGemercik hujan mulai menyapa seng tua, memecah hening yang sempat kutata. Alunan suara, gelak tawa, bahkan nyanyian-mu kembali berputar dalam angan-ku.
Satu per satu tetesnya mulai membawaku untuk membuka kembali lembaran lama yang telah usang. Waktu seakan memihak, dunia seakan berhenti bergerak, membiarkan angan-ku mengarungi satuan waktu
Sayangnya, angan tetaplah angan, kenyataan bahwa tuan telah pergi adalah keharusan yang aku terima. Jiwa ini bisa selalu berdusta mengatakan perpisahan ini hanya jeda. Namun, bukan sabit yang terbit saat kau tersenyum serta suaramu yang tak pernah ku dengar lagi adalah pertanda bahwa ini bukan jeda semata, melainkan berpulang ke keabadian
Hal yang indah yang telah kita lewati bersama sudah berakhir, berlabuhlah pada pelabuhan hangat yang membawa-mu pada kedamaian.
Medan, 12 September 2026