Karya: ๐ด๐๐๐๐๐²¹
Tawamu adalah mentari di pagi yang mendung
Mengusir awan gelisah dari relung dadaku
Saat sudut bibirmu naik, dunia ikut tersenyum
Dan sedihku pun lupa cara untuk kembali
Aku tak butuh pesta, tak butuh gemerlap
Cukup satu tawa lepas yang lolos darimu
Itu cukup untuk membuat hatiku menari-nari,
Itu cukup untuk membuat lelahku sembuh.
Jika bahagiamu adalah tawa yang riang
Maka biarkan aku jadi alasan kecilnya,
Biarkan aku jadi cerita yang membuatmu terbahak
Karena sungguh.
Aku bahagia, asal kau bahagia
Aku tertawa, karena kau tertawa
Karena tawa dan senyummu adalah kebahagianku.
Saat dunia terasa sesak, dan berisik yang menari-nari.
Kau datang dengan satu hal, sederhana senyummu.
Ia tidak mewah, tidak berisik tapi cukup untuk menenangkan badai di di relung hatiku, satu lengkungan di bibirmu, mampu meredamkan demam penantku.
Di hari yang kelabu, tawa dan senyummu, jadi matahari di luka sunyi, namun tawa dan senyummu selalu menjadi perban.
Aku tak butuh ramuan mahal, tak butuh seribu kata.
Cukup tawamu dan tersenyum ke arahku.
Dan semua rasa luka lebamku akan sembuh.
Karena memang senyum dan tawamu selain kebahagiaanku ia adalah obat buatku.
____Arlini²¹ Palembang 22_Agustus_2026✍️