Karya: Defi qurratu aini
Membasuh Bekas Luka
Biarkan air mata ini jatuh tanpa ditahan,
sebab dada telah terlalu lama menampung beban.
Setiap rintiknya yang luruh perlahan di pipi,
adalah bahasa jujur dari jiwa yang lelah bersembunyi.
Selama ini kuanggap tangis adalah tanda kekalahan,
hingga kusembunyikan rasa sakit di balik senyum buatan.
Namun malam ini, kuberikan izin pada diri,
untuk membiarkan lelah ini mengalir dan pergi.
Air mata ini bukan lagi tentang rasa meratapi,
melainkan cara semesta mengajari cara memaafkan diri.
Ia mengalir lembut di atas guratan masa lalu,
membersihkan debu-debu kecewa dan rasa pilu.
Seperti hujan yang membasuh tanah yang dahaga,
tangis ini perlahan menenangkan rasa cemas di dada.
Membasuh bekas luka hingga tak lagi pedih,
menyiapkan ruang baru agar jiwa kembali bersih.
Aceh, 22 Agustus 2026