Karya: Shabrina Al-Mas Sakinah
Tatkala kita bertemu esok,
ada kalanya kita termenung.
Pada suatu kala tersadar oleh kita, bahwa fana adalah nyata.
Terbisik hingga ke relung jiwa,
bagaimana fana menelan segalanya,
dengan kita yang terhanyut di dalamnya.
Tatkala kita bertemu esok,
penuh duka yang terisak akan penyesalan.
Ketika kita terlena saat fana berjalan,
terurai semua kembali menyatu dengan tanah.
Akankah kita menjadi baik bagi dunia, atau buruk baginya?
Apakah kita menjadi puing yang berjatuhan?
Tatkala kita bertemu esok,
kesempatan untuk kembali adalah langka.
Kesendirian teramat abadi, saat seluruh jiwa dikumpulkan kembali.
Kau dan aku telah mengetahuinya.
Sungguh, jiwa kita selamat dan bersorak,
tatkala dalam fana kita membasuh, sebelum waktu tak lagi menyentuh.
Tegal, 24 Agustus 2026