Karya: Seilah syafarina farisa
Dalam sunyi,
Aku merindu
Pada pesona yang tak butuh kata
Pada teduh yang tak bernama
..
Dibalik lensa,
parasnya bak bait kehilangan titik
tatapnya selembuat aksara pada lembar tua
dan senyumnya,
mampu membuat sunyi terasa bernyanyi
..
mungkin ia hanya satu,
dari jutaan manusia yang menetap di bumi
tetapi dalam puisiku
ia menjelma semesta
..
biarlah waktu menjadi saksi,
pernah ada satu sukma
yang diam-diam mengabadikanmu
dalam puisinya.
sidayu, 25 agustus 2026